NaR9Nax9LWVcLGx7LGB6LGJ4NTcsynIkynwdxn1c
Menulis Sebagai Ibadah

Menulis Sebagai Ibadah


PENERBIT IRFANI - Oleh: Ahmad Soleh

Kita hidup di era informasi digital. Di mana lalu lintas segala informasi terasa begitu cepat. Di era yang serba satset ini, jari jemari kita memiliki peran besar dalam mengantarkan pokok-pokok pikiran kita ke ruang publik. Setiap kata yang kita tulis, setiap informasi yang kita bagikan, meninggalkan jejak yang abadi di dunia maya. Tulisan kita bukan sekadar catatan, tetapi juga menjadi bagian dari amal jariyah kita.

Dalam ajaran Islam, kita mengenal konsep amal jariyah, yaitu amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun kita telah wafat atau meninggal dunia. Menulis, ternyata bisa menjadi salah satu bentuknya. Tentu saja, hal itu jika tulisan kita dapat memberikan manfaat, ilmu yang berguna, atau inspirasi kebaikan bagi orang lain. Rumus yang sama juga berlaku sebaliknya, jika tulisan kita berisi kebohongan, hoaks, fitnah, adu domba, atau hal-hal yang merugikan lainnya, dosa pun akan terus mengalir.

Oleh karena itu, mari kita renungkan sejenak. Setiap kali kita menulis status, cuitan, komentar, atau membagikan sebuah postingan, kita memiliki tanggung jawab yang besar. Informasi yang kita sebarkan dapat dengan cepat dikonsumsi dan memengaruhi publik. Saya yakin, kita sebagai kaum intelektual mampu menjadi warganet yang bijak dan bertanggung jawab, yang selalu berhati-hati dalam menulis dan menyebarkan informasi.

Islam mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik dan menjauhi segala bentuk kemudaratan. Pun begitu dalam menulis. Kita bertanggung jawab untuk mengisi ruang digital dengan hal-hal yang bermanfaat, yang memberikan pencerahan, inspirasi, yang menumbuhkan semangat kebaikan. Ingatlah pula bahwa setiap kata yang kita tulis, setiap ucapan yang kita lontarkan, akan dimintai pertanggungjawaban.

Kemajuan teknologi dan informasi digital perlu kita sadari sebagai anugerah yang dapat kita manfaatkan untuk menyebarkan dampak secara lebih luas. Kita bisa menulis artikel inspiratif, membuat konten edukatif, berbagi kutipan yang membangun, atau bahkan syiar keagamaan melalui platform online. Dakwah bil Qalam adalah jalan kita mewujudkannya. Jadikan media digital sebagai sarana untuk menyebarkan semangat fastabiqul khairat. Berlomba di dalam kebaikan.

Ramadhan adalah momentum yang sangat baik. Mari kita jadikan aktivitas menulis sebagai jalan amal dan ibadah. Menulis dengan bijak, menyebarkan informasi dengan benar, dan memanfaatkan media digital untuk kebaikan adalah wujud tanggung jawab kita sebagai kaum intelektual. Selamat menunaikan ibadah menulis. 

Salam literasi!

Komentar

Formulir Pemesanan via Whatsapp