NaR9Nax9LWVcLGx7LGB6LGJ4NTcsynIkynwdxn1c
Direktur Penerbit Irfani Ajak Pelajar Melek Informasi

Direktur Penerbit Irfani Ajak Pelajar Melek Informasi


PENERBIT IRFANI - Direktur Penerbit Irfani, Ahmad Soleh, mengajak para pelajar melek informasi media. Hal ini, menurut dia, didasari oleh kegelisahan bahwa di era pascakebenaran ini, banyak orang tersesat dan disesatkan oleh informasi di media digital. Dalam kegiatan Pelatihan Menulis Berita yang dilaksanakan di SMAM 4 Muhammadiyah Depok, Sabtu (15/2), itu ia menekankan pentingnya melek informasi di era digital.

"Sebelum belajar memproduksi konten berita, kita harus lebih dulu menjadi konsumen konten yang baik. Seperti apa? Konsumen yang kritis dan cerdas. Sebab itu kita harus rajin membaca," ungkapnya.

Soleh juga menegaskan bahwa kegiatan membaca berita tidak sekadar membuat orang mengetahui informasi, tetapi juga ada hal lain, seperti pengetahuan baru, wawasan baru, dan hal baru lainnya. "Membaca 10 menit, misalnya dapat dua artikel (berita), apa yang kita dapatkan? Mulai sekarang kita harus refleksikan, jangan-jangan kegiatan membaca kita sebenarnya bukan membaca," kata dia.

Dia melanjutkan, banyak orang bisa membaca tapi sebenarnya tidak membaca. Kegiatan membaca seperti itulah yang membuat daya literasi masyarakat kita rendah. "Membaca belum menjadi budaya kritis, belum menjadi budaya berpikir," ujarnya.

Oleh sebab itu, dia mengajak para peserta pelatihan untuk membiasakan diri membaca. "Kalau rajin membaca, kita akan bisa membedakan mana berita yang benar dan mana berita yang hoaks, maka dari itu perlu membaca kritis," ujarnya. 

Menulis Berita

Dalam kegiatan itu, Soleh membagikan tips dalam menulis berita lempang. Salah satunya adalah dengan menerapkan struktur piramida terbalik.

"Dalam penulisan berita, unsur 5W1H itu harus ada. Nah, dengan struktur piramida terbalik, kita dapat membuatnya lebih efektif untuk menyampaikan informasi yang kita tuju," ungkapnya.


Berita lempang atau straight news, kata dia, merupakan berita yang ringkas. Tujuannya untuk menyampaikan suatu informasi secara cepat dan tepat, sehingga informasi pokok bisa tersampaikan.

"Dengan struktur piramida terbalik, kita dapat memadatkan informasi pokok di bagian kepala berita (judul dan teras berita)," ujar dia. Dia juga mengungkapkan bahwa seorang penulis berita atau wartawan harus memiliki dan menerapkan kejujuran dalam menuliskan informasi.

"Wartawan atau penulis berita harus setia kepada fakta, informasi yang disampaikan harus faktual. Jangan menulis berita berdasarkan asumsi atau pendapat pribadi," tegasnya.

Komentar

Formulir Pemesanan via Whatsapp